Sabtu, 03 Maret 2018

Job Seeker Adventure (Part 1)

Petualangan kali ini bukan jalan-jalan, melainkan cari kerja kerja kerja. 

Tetiba saya ingat kejadian sekitar 3 tahun yang lalu saat saya dinyatakan lulus program strata satu di salah satu universitas di kota gudeg. Sorak-sorai pun berkumandang dari sahabat dan kawan-kawan seperjuangan. Dan yang paling menohok adalah pesan Whatsapp dari salah satu sahabat saya (yang sudah lulus duluan) yang mengucapkan "Welcome to the Jungle, welcome to the club (red: pengangguran), job seeker!"  Campur aduk sih dibilang job seeker, seneng iya, sedih juga iya karena menyandang status baru yakni : p e n g a n g g u r a n. 

Sebenarnya sudah lama ingin nulis postingan saya saat mencari kerja dengan mengikuti berbagai macam jobfair di beberapa kota, perusahaan BUMN, BUMD, hingga perusahaan Swasta. Karena banyaknya yang pernah saya ikutin, sampai kadang lupa kalau pernah daftar (dan baru sadar saat ada panggilan). Dari yang dulu sakit hati kalau nggak lulus seleksi administrasi, jadi kebal kalau nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba nggak lulus seleksi administrasi. Semuanya bagaikan kenangan indah yang sayang jika terlupakan. 

Saya tidak ingat berapa kali ikut tes mencari kerja dan berapa kali saya mondar-mandir antar kota untuk mencari pekerjaan. Kenapa tidak ingat? Saking banyaknya sodara-sodara. Hehehe. Bagi anda yang akan berkomentar "harusnya sarjana tuh bikin lapangan kerja, bukan cuman nyari kerjaan aja jadi pekerja!" saya tentu tidak akan mendengarkan penghakiman tersebut karena manusia terlahir juga ada yang jadi pekerja dan ada yang menjadi pengusaha.

Here are my stories! Dari puluhan tes yang saya ikuti, berikut saya share yang memorable bagi saya. Cekidot gan :

1. Rekrutmen Officer Development Program (ODP) PT. Bank Mandiri (Persero)

Sumber Logo

Ini adalah tes kerja pertama saya saat selesai pendadaran, belum wisuda ceritanya. Saya mendaftar di akun ECC UGM saya dan dipanggil sekitar dua minggu kemudian. Saya pun dapat SMS dari Bank Mandiri untuk test di Kantor Cabangnya di Yogyakarta di dekat Tugu Yogya. Tahapannya adalah sebagai berikut pada saat itu 

- Interview Awal

Pertama datang, saya mengantre di lantai bawah bersama para pelamar lain, basa-basi dikit, baru tahu kalau ada yang sudah pernah ikut dua kali tes ODP Mandiri dan ini yang ketiga katanya. Wow! Akhirnya kami pun naik ke lantai tiga dan di briefing oleh bapak-bapak berpenampilan necis. Intinya dia mengingatkan apapun yang kalian baca tentang rekrutmen ini entah di forum atau blog, terserah mau percaya atau tidak dan sekiranya ada yang mau mundur, mundurlah saat ini juga. Sampai sini, seorang sarjana teknik tiba-tiba keluar ruangan mengundurkan diri. 

Interview dilakukan bapak-bapak tadi, kami duduk berdelapan menghadap beliau dan di interview dengan bahasa Inggris. Sampai lah giliran saya ditanya "Introduce and describe your self!". Saya jawab standar saja nama, jurusan kuliah, concentration, keluarga and so on. "You studied law, right? So why do you want to join us in financial industry? Why you not become a judge, lawyer or presecutor?" Pertanyaan yang sudah saya duga karena tidak sesuai jurusan saya. "Because law graduates has flexibility in any industry. Bank industry regulations has many layer because it relates with money and trust. So i have no doubt by joining your company." Habis itu ditanyain biggest achievement

Selesai interview semua orang disuruh nunggu dibelakang, nggak lama sih cuma sekitar sejam sambil menghabiskan sisa peserta yang belum interview. Selesai itu kami di briefing dan dikasih "Golden Ticket" ala Indonesian Idol di amplop dan dipanggil satu persatu. Sampai tahap ini saya lulus. 

- Tes Bahasa Inggris

Seingat saya tes bahasa Inggris untuk mengetes bahasa Inggris calon karyawan yang akan bergabung. Saya pun senewen karena sudah lamaaaaaaaa sekali tidak mengerjakan tes bahasa Inggris. Yang pernah ikut Paper Based Test TOEFL mesti nggak asing dengan tes model begini. Ada Structure, Error Recognition, Reading dan tentunya Listening. Saya pun tidak ngerti apakah pekerjaan saya benar atau salah, namun seminggu kemudian saya dipanggil untuk ikut test aptitude.

- Tes Aptitude


Selesai tes bahasa Inggris, kami disuruh mempersiapkan tes aptitude karena setelah test bahasa Inggris katanya berlanjut ke tes ini. Kami pun diberi tautan untuk melihat contoh soal di shl.com (kalo nggak salah sih). Saya yang pasrah nggak lulus tes bahasa Inggris, kaget karena sehari sebelum tes di SMS jika lanjut ke tes aptitude. Ya udah deh dengan modal nekad saya berangkat, mana kesiangan karena telat bangun (dan juga nggak mandi) pula. Untung lah saat saya datang tes belum dimulai. Di meja sudah ada buku soal, kertas burem, pensil, dan kalkultor. Wew, pasti ada itung-itungan nih. Tes aptitude seingat saya berisi logika verbal, lalu menyimpulkan kalimat dan ada itung-itungan statistik yang menurut saya ruwet karena saya dari jurusan hukum. Pasrah deh nggak lulus. Dan bener dong nggak lulus di aptitude. Saya berpikir nothing to lose lah karena sasaran saya memang bukan bekerja di Industri Keuangan.

Kabarnya, setelah tes aptitude maka ada interview user, interview direksi, dan juga medical check up di akhir seleksi sebelum contract offering. Bagi yang suka tantangan dan keuangan, kabarnya pendapatan di perusahaan ini juga bisa patut dipertimbangkan.


2. PT. Jasa Raharja (Persero)

Sumber Logo

Rekrutmen untuk pegawai, di pengumuman rekrutmen hanya menyebutkan formasi jurusan yang dibutuhkan saja dan hukum salah satunya. Saya pun daftar dengan mengirimkan data lewat templatenya yang masih pakai excel dan dikirim via email. Saya mengirimkan menjelang akhir penutupan karena baru tahunya juga hari terakhir. Syaratnya tidak begitu ribet, cuma isi formulir doang. By the way, vendor rekrutmen ini adalah Lembaga Manajemen (LM) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.


Dua minggu kemudian panggilan tes pun datang, saya dan teman-teman berangkat bareng-bareng dari Yogyakarta ke Jakarta naik kereta api Bogowonto rame-rame berdelapan. Sampai Jakarta, kami pun menginap di losmen di gang depan Universitas Indonesia Salemba karena tes dilaksanakan disana. Berikut tahapannya

- Seleksi Administrasi

Alur pertama cukup membingungkan karena tidak ada informasi yang jelas, semua peserta pun berkumpul di depan ruang kuliah. Setelah agak gaduh panitia pun memberi pengumuman lewat toa jika disuruh mengumpulkan map berisi kartu peserta, foto copy ktp, foto copy ijazah dan foto copy transkrip nilai. Dari urutan tersebut baru dipanggil satu persatu. Sampai dalam ditanya nama, alumni dan ipk karena dicocokkan datanya, habis itu itu diukur tinggi badan, cuma saya disuruh skip langsung ke ruang ujian karena dia sudah yakin saya lebih dari 160cm. Setelah itu saya digiring ke ruangan oleh panitia untuk tes kemampuan dasar.

- Tes Kompetensi Dasar

Setelah ruang kelas penuh, kami memulai tes kompetensi dasar. Jawabannya pun dibulatkan persis seperti ujian nasional. Isi tesnya lumayan banyak, penalaran verbal, abstrak, aritmatika, statistik, dan ada ilmu pengetahuan umum. Tes berlangsung selama dua jam dan katanya langsung diumumkan malam itu juga jam 8 malam karena yang lulus besoknya tes lanjutan. Sambil killing time saya dan sahabat saya nongkrong di Kalibata City, rehat sejenak lah ngopi dan ngerokok. Tidak terasa sudah jam 9 dan teman-teman lain izin pulang Jogja karena nggak lulus TKD. Puji Tuhan saya dan teman saya yang notabene lagi ngopi ndilalah lulus untuk lanjut tes psikotes dan wawancara psikolog keesokan harinya.

- Psikotes

Psikotes kali ini terdiri dari beberapa bagian. WARTEG (Isi delapan kotak yang sudah ada polanya), kemudian menggambar pohon (saya selalu gambar pohon mangga) dan deskripsi diri. Kelar tes tersebut, tes dilanjutkan dengan EPPS dan yang satunya saya lupa apa namanya. Ada dua paket soal sebanyak 90 soal dan 225 soal yang intinya disuruh menggambarkan bagaimana anda sebenarnya. Pada intinya ada salah satu pilihan jawaban yang tidak bisa anda mengelak untuk jawab (yang akhirnya ditanyakan saat wawancara psikolog). Setelah itu ada tes pauli, tes koran alias tes itung angka yang berlanjut dari atas ke bawah dan ada instruksi "GARIS". Selesai rangkaian tes tersebut saya lapar luar biasa karena tes berlanjut tanpa jeda. Sambil menunggu interview, saya dan teman saya pun makan di kantin Pascasarjana UI.

- Wawancara Psikolog

Pewawancaranya seorang bapak-bapak berusia 30an tahun dan selalu bertanya dengan lugas. Karena fresh graduate, saya ditanya kerjaan saat kuliah ngapain aja dan ikut kegiatan apa saja. Lalu ditanyakan sikap jika terjadi hal yang diluar perkiraan. Yang aneh saya ditanya begini "Naik motor paling jauh dari mana ke mana?Kira-kira berapa kilometer? Kamu suka pergi-pergi ya?"

 Seperti BUMN-BUMN lain, pewawancara menanyakan "Siap ditempatkan dimana saja, mas?" Saya jawab "Siap, Pak!" Dia pun menimpali "di NTT sekalipun?" Tak gentar pun saya jawab "Siap!"

Untuk pertanyaan keilmuan, saya ditanya skripsi dulu menulis apa. Ndilalah skripsi saya tentang asuransi dan ditanya sifat asuransi itu apa saja. Terbagi menjadi apa saja klasifikasinya. Saya masih bisa jawab karena masih anget karena baru lulus.

Pertanyaan terakhir saya ditanya "Kalo marah kamu sampai lempar-lempar barang gitu ya?". Saya pun menjawab "Maaf pak untuk itu saya karena nggak ada pilihan jawaban saat psikotes." Dan bapak pewawancara pun ketawa. Wawancara tidak terasa sampai satu jam saking asyiknya, sampai peserta setelah saya ketakutan kok bisa lama sekali karena jatahnya hanya 30 menit. Setelah itu saya pun menunggu sekitar tiga minggu untuk tahap lanjutan.



- Medical Check Up

Suatu kamis sore, saya sedang asyik menyantap cumi goreng asam manis di rumah makan gotri (yang sekarang sudah bangkrut) dan membaca sms bahwa saya lolos untuk lanjut ke tes kesehatan. Saya pun langsung tidak nafsu makan cumi tersebut karena baru sadar bahwa kolesterol cumi sangat tinggi. Saya pun bergegas untuk cek gula dan kolesterol di apotek UGM. Gula sih normal, tapi kolesterol cukup tinggi kata mbaknya untuk ukuran anak muda. Saya pun minum simvastatin, dan minum nutri benecol setelah makan dan mulai makan sayur-sayuran saja. Minum pun bear brand karena katanya perokok dianjurkan minum susu putih steril. Saya pun pasrah karena gaya hidup sehat juga baru dua hari. 

Jumat besoknya saya langsung terbang dari Yogyakarta ke Jakarta naik air asia karena naik kereta nggak ada temannya. Paginya saya diantar kakak saya ke RSPAD Gatot Subroto di Jakarta Pusat. Sampai sini isi formulir dan registrasi buat medcheck. Pemeriksaan pun lengkap, mulai dari tensi, berat badan, tinggi badan, tes darah, thorax, mata, kuping, tenggorokan, dan lain-lain saking banyaknya saya sampai lupa. Untuk tes darah, darah diambil dahulu setelah puasa, kemudian kami diberi sandwich daging yang muanis banget lalu dua jam kemudian diambil darahnya. 

Selesai medical check up sekitar jam 12 siang, saya pun mengajak teman saya nongkrong di Grand Indonesia bersama teman SMA saya. Pengumuman konon nanti dikabarin lagi sekitar 2 sampai 3 minggu kerja. Pulang liburan dari Bali, baru banget pesawat mendarat dan mengaktifkan telepon seluler, saya di message Whatapp oleh teman saya ,"Pak, jasa raharja wes metu pengumumane!."

Jantung saya berdegup kencang ketika web browser terbuka perlahan ke website rekrutmen. Eng ing eng, nama saya tidak ada :( Padahal ini tes terakhir sebelum interview terakhir di Kantor Pusat. Sedihnya...


3. Direct Shopping PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero)


Sumber Logo

 Siapa yang tidak kenal PLN? Saya rasa hampir semua masyarakat Indonesia tidak ada yang tidak kenal dengan PLN, BUMN Persero pengelola listrik negara Indonesia. Sebagai perusahaan listrik, PLN sangat vital sehingga menjadi favorit pencari kerja, baik D3 maupun Sarjana. Untuk Gaji tidak perlu ditanya karena dari kabar yang beredar, gaji freshgraduate bagi lulusan D3 dan S1 di PLN cukup besar. Belum lagi bonus tahunan. 

Saya ikut rekrutmen ini saat ada lowongan PLN di Program Direct Shopping Rekrutmen PLN yang diadakan di Jakarta dan Yogyakarta. Lembaga rekrutmen saat itu menggunakan ECC UGM dan karena direct shopping, seingat saya saat itu sudah ditentukan alumni universitas mana saja yang bisa mengikuti seleksinya. Untuk area Jateng-DIY yang saya ingat yang bisa mendaftar adalah alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. 

Rentang waktu pendaftaran juga tidak banyak dikarenakan ada berkas fisik yang harus di kirim ke Jakarta. Berikut alur rekrutmen direct shopping PLN saat itu:

- Tes Kemampuan Dasar

Sekitar satu bulan setelah pendaftaran ditutup, keluarlah pengumuman untuk Tes Dasar di Yogyakarta, tepatnya di Gedung Jogja Expo Centre, yang biasanya digunakan sebagai tempat pameran elektronik. Seingat saya ada 3000 peserta saat itu. Saat registrasi diberi nomor dada dan ditempeli foto peserta. Untuk tesnya tidak terlalu sulit (menurut saya), benar-benar tes dasar. Ada hitung-hitungan dasar, mencocokkan gambar, logika matematika (logika), dan yang baru saya alami, tes melanjutkan gambar, dimana diberikan 3 buah gambar (kegiatan manusia) kemudian gambar keempat merupakan jawaban kita.  

Tes cuma berlangsung selama kurang lebih satu jam karena masih banyak kloter berikutnya di siang hari. Pengumuman Tes Kemampuan Dasar pun diumumkan malam itu juga dan saya lolos. Peserta tinggal 1000an orang yang berasal dari berbagai jurusan dan tes dilakukan langsung keesokan harinya

- Psikotes

Psikotesnya seperti BUMN-BUMN lain, WARTEG, Gambar Pohon, Pauli (Tes Koran) dan psikotes seperti hitung, logika abstrak, logika non verbal dan lain sebagainya. Tes berlangsung cukup lama karena ada interview tertulis. Ada preferensi penempatan, saya pilih Bali dan Lombok dong biar bisa piknik. Hahahaha. Pengumuman dilaksanakan satu bulan kemudian.

- Medical Check Up 1

Karena sudah lama tidak ada pengumuman, saya pun tidak menunggu tes ini. Pengumumannya pun mengagetkan karena saya saat itu sedang jalan-jalan di Kamboja! Karena habis gagal di Jasa Raharja, saya pun tidak lanjut tes ini karena selain pesimis, saya masih berada di Kamboja. Kabarnya pada tes ini cuma ukur tensi, berat dan tinggi dan kata teman saya setengah jumlah peserta berkurang

- Medical Check Up 2

Karena tidak mengalami, saya cuma diceritani sama teman-teman yang masih on going tes PLN.  Pada MCU 2 ini, semua diperiksa seperti saat saya tes Jasa Raharja. 

Kabarnya setelah lulus MCU2, tahap lanjutannya adalah Interview terakhir dan dilanjutkan offering contract. Sepanjang 2015-Awal 2017 lalu sepertinya PLN membutuhkan banyak pegawai baru karena saat periode tersebut saya lihat banyak rekrutmen PLN.

4. PT. Angkasa Pura I (Persero)

Sumber Logo

Pendaftaran saat itu seingat saya di bulan April 2016, namun baru dilakukan seleksi tertulis mulai bulan Juni 2016. Karena pengumumannya lama, saya kira saya tidak lolos seleksi administrasi, eh ternyata kepanggil. Sehari setelah saya jalan-jalan 13 hari ke Kamboja, Thailand dan Malaysia pula seleksinya. 

Karena saat itu saya tidak bawa baju yang layak (cuma bawa kaos-kaos ala gembel) untuk seleksi, saya pun meminta teman saya memberikan kunci kamar saya ke temannya-teman saya yang ikut tes AP1 untuk minta tolong ambilkan baju-baju yang rapi di kos-kosan saya dan juga perlengkapan seleksi seperti alat tulis dan sepatu resmi untuk dibawakan ke Surabaya karena saya tidak sempat mampir ke Yogyakarta karena pesawat saya mendaratnya di Jakarta. Puji Tuhan masih banyak orang baik di sekitar saya. Oh ya untuk vendor seleksi ini adalah Lembaga Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya. Tesnya pun di Unair. 

Berikut tahapannya:

- Psikotes 1

Seperti soal-soal psikotes biasanya, saya pun sampe hafal tipe soalnya dan jawabannya. Tes berlangsung hanya sekitar 45 menit dan langsung ganti "kloter" tes dikarenakan pesertanya sangat banyak. Pengumumannya pun langsung malam itu juga. Puji Tuhan lolos.

-Psikotes 2

Sama juga sih seperti psikotes-psikotes lain, WARTEG, POHON, Manusia, EPPS, PAPI, Buku Soal Psikotes buat ngetes IQ, dan juga tak lupa Pauli yang saya cukup kesal karena mejanya saat itu pakai meja lipat yang tidak rata dan sempit sehingga saya tidak nyaman saat ujian. Tes dilanjutkan keesokkan harinya dengan agenda FGD (Focus Group Discussion)

- Focus Group Discussion

LGD, FGD, you name it. Ada yang bilang berbeda, ada yang berbeda. Kalau LGD "L"nya adalah "leaderless" alias tanpa pemimpin, kalau FGD adalah "Focus Group..." yang artinya Fokus terhadap Grupnya tersebut. Entahlah saya tidak mengerti perbedaannya, yang jelas intinya sama, cari solusi dan bukan voting alias agreement bersama dengan solusi yang sudah disepakati. Saat itu dikumpulkan sesuai jurusan, karena saya jurusan hukum, saya pun dikumpulkan dengan lulusan hukum dari kampus lain. Topiknya saat itu adalah "Mengatasi taksi gelap di Bandara!" karena saya sering baca topiknya, ya saya tetap ungkapkan pendapat saya. Meskipun banyak yang pendapatnya juga aneh-aneh, sah sah saja karena namanya juga "kelompok yang berdiskusi".

 Saran saya yang akan FGD, hentikan menjatuhkan orang lain saat menyampaikan pendapat karena akan merugikan kalian sendiri. Manusia-manusia model gini sudah terlihat diawal, biasanya songong dan sok tau. Saat itu ada peserta yang setiap ngemeng bukan share idenya, tapi cuma pendapat negatif terkait pendapat orang lain, negativist gitu lah. Bagi saya saat FGD, ide-ide yang kurang solutif biasanya juga akan "gugur sendirinya" karena pasti ada prioritas solusi dan akhirnya adalah kesepakatan solusi. 

Selesai FGD, panitia bilang pengumumannya setelah lebaran alias satu bulan lagi. Karena penilaiannya campur antara psikotes dan FGD, jadi agak lama katanya. Satu bulan saat itu saya baru ingat dan ngecek pengumuman. Dan, hmmm nggak lulus lagi. Sedihnya. Padahal kurang dua tes lagi, yakni wawancara user dan medical check up. Hiks....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

don't forget to leave a comment