Minggu, 26 Oktober 2014

Pulang Ke Kotamu...


Trolley di Senai Airport (JHB)
Saking mulusnya jalan dan tingginya kecepatan, bus sudah tiba di terminal Larkin, Johor Bahru sekitar pukul 03.00 dini hari waktu Malaysia alias pukul 02.00 WIB. Nyawa kami belum genap karena bangun akibat berisik orang-orang yang ambil barang dan siap-siap keluar dari bus. Setelah jadi orang terakhir yang keluar dari bus, kami pun bingung.

Tak ada arah ataupun petunjuk yang jelas seperti di bandara, apalagi saya belum sadar sepenuhnya dari kantuk yang mendera. Saya masih belum mengenali terminal Larkin yang pernah saya datangi setahun yang lalu. Daripada jadi gembel di terminal, kami memutuskan untuk pergi ke KFC karena setelah turun dari bus hanya KFC lah yang sepertinya ada tanda kehidupan. Mbak-mbak pegawai KFC dengan ramah menanyakan apa pesanan kami. Karena perut begah, saya hanya memesan sejenis sandwich berisi daging ayam, teman-teman yang lain pesan minum.

Perut kosong, isinya angin, diisi makanan, boker lah hasilnya. Saya pun naik ke lantai 2 gerai karena toiletnya ada disana. Gelap dan benar-benar gelap sehingga saya tidak tenang menuntaskan ritual pagi ini. Setelah itu saya kembali ke meja dan tidur-tidur 'ayam' sampai sekitar pukul 05.30. Lampu-lampu kios dan warung makanan sudah pada nyala, tandanya sudah mulai ramai. Lagi-lagi karena kelaparan, kami makan lagi di sebuah warung yang cukup ramai di pagi buta. Dari meja makan, tampak bus lintas jalur Malaysia-Singapura yang hilir mudik mengangkut dan menurunkan penumpang, sepertinya para pekerja lintas negara. Tujuan kami adalah mencari shuttle bus dari terminal Larkin ke Senai International Airport (JHB).

Sebelum berangkat, berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari hasil selancar di web ataupun blog, katanya ada causewaylink bus rute nomor 333 dari terminal Larkin ke Senai Airport, tarifya RM 3,5. Untuk memastikan lagi sekitar pukul 07.00, kami sudah berada di konter causewaylink. Lihat di web juga katanya bus pertama pukul 08.30, namun petugas mengatakan bus pertama ke Senai ada di jam yang tidak pasti. Oalah! Saya pun bertanya ke orang yang mungkin "orang lokal". Beberapa yang saya tanya bilang tidak tahu dan lebih menyarankan kami naik taksi saja.