Jumat, 19 September 2014

Short Trip to Penang (3)

Kami bangun kesiangan dan tiba-tiba sudah pukul sembilan pagi. Rencananya kami cuma menginap sehari saja di hostel karena besoknya pagi-pagi sekali kami ada penerbangan ke Kuala Lumpur dan agar lebih irit maka diputuskan menginap di airport saja. Namun salah seorang teman tiba-tiba tidak enak badan. Suhu tubuhnya panas dingin panas dingin sehingga kami memutuskan untuk downgrade dari yang tadinya 1 dorm ada 6 bunk bed, pindah ke 1 dorm yang ada 20 bunk bed. Lumayanlah, ngirit RM 10 yang kami bayar cash langsung.

Muzium and Art Gallery

Cathedral of The Asumption Pulau Pinang
Bangunan favorit saya, Cathedral of The Asumption.

Sembari jalan cari apotek, kami jalan-jalan melewati beberapa bangunan bersejarah seperti St.George’s Church, Cathedral of The Asumption, serta gedung Mahkamah Tinggi yang ada di jalan yang sama. Pagi itu saya mengajak teman-teman ke Sri Weld Food Court, di bukunya Mbak Trinity (Naked Traveler) yang keempat katanya nasi lemaknya enak dan saya setuju kalo nasi lemaknya enak banget! Wanginya kerasa banget, trus sambalnya juga cocok dan ngepas pedasnya. Namun  porsinya imut banget sehingga kalo makan minimal dua bungkus. Teman saya saja habis tiga bungkus nasi lemaknya. Harganya pun murah, cuma RM 1,7.


nasi lemak in sri weld food court
lihat dapurnya dulu sebelum pesen

and here it is, nasi lemak!

eating nasi lemak at sri weld foodcourt pulau pinang
ane habis 2 bungkus gan

Selesai makan dan cari obat di apotek, kami jalan-jalan melewati Beach Street yang banyak bangunan-bangunan yang difungsikan sebagai kantor oleh beberapa Bank. Puas foto-foto di Beach Street, kami nyari bus CAT (Hop on free) yang gratisan untuk ke KOMTAR buat nyari oleh-oleh. Transit di Jetty, kami pindah bus lagi untuk menuju KOMTAR. Tiba di KOMTAR, ternyata ada mall-nya. Itung-itung sekalian ngadem, kami pun jalan-jalan bentar di mall yang lumayan gede ini. Jualannya tidak berbeda dengan mall di Indonesia. Pilah-pilih, mutar-muter, kami pun nemu toko yang jualan kaos bertema street art Georgetown yang cukup unik, tapi harganya lumayan juga, RM 25 sepotong.
Saya sih nggak beli, tapi dua teman saya beli beberapa potong untuk oleh-oleh orang rumah. Selain jualan kaos, toko ini jualan macem-macem kerajinan tangan dan asesoris yang apabila di kurskan lebih murah di Indonesia. Sebelum meninggalkan toko, kami diajak foto bareng sama cewek pemilik toko yang dari tampangnya paling banter berusia 25 tahun. Eh ternyata di upload di Facebook tokonya, hehehe!
Standart Chartered bank Office at Pulau Pinang
Kantor Standart Chartered di Beach Street

logan office at beach street, penang
Kantor ini juga di Beach Street

renoved building in pulau pinang
Bangunan lagi di renov

Dari Mall KOMTAR, kami jalan kaki ke Chowrasta Market, again, buat cari oleh-oleh.  Teman saya beli banyak barang seperti kaos dan gantungan kunci. Puas belanja dan karena sudah tidak kuat berjalan kaki, kami pun menunggu bus CAT gratisan untuk balik ke KOMTAR. Tiba di KOMTAR kami menyempatkan makan di KFC, penasaran seperti apa KFC di Malaysia. KFCnya seperti di Indonesia, ada beberapa pilihan paket ayam plus nasi. Sambalnya pun bebas ngambil, walaupun tidak sepedas sambal Indonesia. Untuk harganya sih menurut saya mirip-mirip dengan di Indonesia, tapi yang tidak saya temukan saat itu adalah paket gocengan yang kalau di Indonesia laris manis.

KFC in Malaysia
KFC ala Malaysia

Perangin Mall Pulau Pinang
Perangin Mall

Perut kenyang, istirahat sudah cukup,perjalanan kami lanjutkan naik bus ke Wat Chaiyamangalaram Thai Buddhist Temple. Karena tidak tahu lokasi pastinya, kami kebablasan jauh dari lokasi. Jalan sekitar setengah jam kami baru tiba di tempat.  Di sini ada berbagai patung Buddha dari yang besar sampai kecil. Patung paling besar adalah patung Buddha yang sedang tidur yang menjadikan Kuil ini terkenal. Sebelum masuk ke Kuil, pengunjung diwajibkan melepas alas kaki karena Kuil ini tempat ibadah. Selain ada patung Buddha, ternyata ada juga foto-foto dari pemimpin negara yang pernah mengunjungi Kuil ini dan juga foto-foto donatur saat pembangunan Kuil ini termasuk Raja Thailand. Di samping dipadati wisatawan, ada juga pengunjung yang berdoa dan beribadah. Saat itu saya tiba sore hari menjelang jam tutup Kuil, ada beberapa rombongan wisatawan asal India juga yang mengunjungi Kuil tersebut. Sebenarnya kami juga mau mengunjungi Burmese Buddhist Temple yang ada di seberang Kuil ini, tapi sayangnya udah tutup.

Wat Chaiyamangalaram Thai Buddhist Temple gate, Penang
Pintu Masuk Wat Chaiyamangalaram Thai Buddhist Temple

Sleeping Buddha at Wat Chaiyamangalaram Thai Buddhist Temple
Patung Buddha di Wat Chaiyamangalaram Thai Buddhist Temple

Dari Thai Buddhist Temple, kami jalan lagi untuk nyari bus balik ke hostel. Karena capek dan disambi ngobrol, beberapa kali bus lewat eh kami tidak memperhatikan dan kelewatan deh. Sekitaran setengah jam  nunggu, kami baru dapat bus.Haha. Untungnya bus lewat halte di samping St. George’s church sehingga kami cuma jalan dikit ke hostel.
Mahkamah tinggi pulau pinang building
Gedung Mahkamah Tinggi

St. George's Church Pulau Pinang
St. George's Church

Habis mandi dan leyeh-leyeh sebentar, kami cari makan malam di daerah Lebuh Chulia. Karena berbeda selera, kami semua memisahkan diri dan memutuskan bertemu di warung yang saya duduki. Penasaran dengan Asam Laksa, saya pun pesan makanan ini. Harganya Cuma RM 3. Ternyata isinya adalah Mie yang banyak daun kemanginya, waduh. Karena rasanya kurang cocok, saya hanya menghabiskan setengah mangkuk saja dan bergegas ke gerobak sebelahnya yang jualan Wan Tan Mee. Karena percobaan pertama, saya pesan yang ukuran kecil saja yang ternyata lumayan mengenyangkan, Cuma RM 3,5. Ternyata mie ini isinya ada mie seperti bihun dengan warna kuning dan tekstur yang lebih tebal daripada bihun, kerupuk kecil mirip pangsit, siomay, potongan cabai, serta kuah gurih encer dan juga irisan daging babi. Wuih, nikmat!
Chulia Street Wan Tan Mee
Wan Tan Mee. Enak!

chulia street night view
Lebuh Chulia di malam hari

Selesai makan dan beli air putih, eh langsung hujan. Kami pun balik ke hostel sekalian packing karena pagi-pagi akan terbang ke Kuala Lumpur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

don't forget to leave a comment