Jumat, 06 Juni 2014

Santai - Santai di Sulawesi Selatan Seminggu


Awal tahun ini setelah UAS dan nilai mata kuliah keluar, tibalah libur semesteran. Yihaaa! Karena suatu urusan, dalam bulan Januari saya bolak-balik Yogyakarta-Jakarta. Ealah saya pun baru ingat kalau punya tiket penerbangan dengan teman-teman saya ke Makassar pada minggu akhir bulan Januari ini, sialnya saya tidak membawa pakaian dan perlengkapan traveling  yang memadahi untuk berlibur selama tujuh hari ke depan dengan berbagai wahana. Terpaksa saya kembali ke Yogyakarta cuman buat packing. Di Yogya, saya cuma semalam karena keesokan malamnya harus ke Jakarta terlebih dahulu untuk ke Makassar. Ribet ye?

Pre-Story

Sudah bisa ditebak, kami dapat tiket promo ke Makassar dari Jakarta. Pulang Pergi cuma 90ribu euy, udah pakai bagasi 15kilo pula. Tiket pun sudah di booking sejak Mei 2013 untuk keberangkatan bulan Januari 2014, lama tunggu booking hingga berangkat hampir sama seperti orang hamil. Setelah tiket tersebut hampir terlupakan, tiba-tiba masuk email dari AirAsia Preflight Notification,
tiket kepulangan kami diganti menjadi pagi hari dari yang tadinya malam hari karena frekuensi Jakarta-Makassar pp dikurangi jadi 1x sehari. Setelah diskusi dengan teman-teman, saya coba chat pakai AirAsia Live Chat (lumayan ngirit daripada telepon ke Call Center) untuk ganti tanggal pulang dan berangkat.

 Dalam chating dengan CSnya (saya pakai jalur AirAsia Malaysia) pakai bahasa inggris, saya protes dan ingin ganti tanggal penerbangan karena pihak maskapai yang mengubah sepihak. Si mbak CSnya ngasih link untuk ngisi e-form mengenai keinginan customer. Setelah saya isi, nggak sampai 5 menit setelah submit e-form AirAsia, muncul telepon kode Jakarta dari AirAsia Indonesia. Mas-mas CS menanyakan opsi yang akan saya ambil, tentu saja dong mengubah tanggal pulang dan berangkat. Dari yang tadinya berangkat Kamis pulang Rabu, jadi berangkat Jumat pulang Jumat dan tentunya tanpa biaya. Sekitar 10 menitan, muncul e-tiket yang baru. Good Service from AirAsia.

Tanggal 22 Januari, saya balik ke Jogja. Semakin ke sini saya semakin sering beli tiket cuma semalam sebelum berangkat. Intip-intip traveloka.com dapatlah termurah naik Sriwijaya Air. Kejutan juga, karena menjelang berangkat saya sering langganan pakai Lion Air karena harganya murah di last minute. Pesawat Sriwijaya SJ 230 dijadwalkan Pukul 12.30. Sekitar pukul 07.30 pagi, saya sudah di Shelter Bus Damri di Grand Wisata Bekasi buat nungguin bus ke Soekarno-Hatta Airport. Enaknya naik damri dari sini, semua bus damri arah ke airport dari Karawang, Cikarang, dan Purwakarta lewat sini. Tentu yang termurah yang dari arah Cikarang. Namun karena lalu lintas Jabodetabek yang unpredictable, saya seringnya ngambil Damri yang dari arah Purwakarta. Dari pada terlambat, apa boleh buat?

Kebetulan saat itu yang melintas damri dari arah Karawang, mobilnya bukan bus, tapi sejenis elf gitu. Tak lama setelah masuk tol, duar! macet! Awalnya saya masih santai saja karena waktu lama, namun setelah saya liat jam, pukul 10.15, bus baru masuk Tol Cawang. Setalah masuk cawang bukannya lancar malah justru tambah parah. Saya mulai buka website Lion Air, persiapan jika misalnya tertinggal pesawat.  Pukul 11.00, bus baru masuk Tol Sedyatmo dan untungnya lancar sampai Bandara Soekarno Hatta pukul 11.30 pas. Untungnya cuma bawa handcarry sehingga langsung check in dan bejo-nya kok gak ada antrian blas. Dapat boarding pass, bayar airport tax, saya meluncur ke gate B7. Memang sudah mau boarding, cuma saya mau merokok dulu di jembatan untuk masuk ke gate. Tololnya, korek dan rokoknya ternyata tertinggal di tempat duduk pas menunggu damri. Terpaksa deh beli di bandara dan mahal. 

Setelah habis 2 batang, pengumuman boarding sudah tiba. Langsung saja saya masuk ke gate dan langsung naik pesawat. Penumpangnya penuh juga, dan ini pertama kalinya naik Srijaya Air. Entah beruntung atau tidak, saat take-off  , pesawat yang saya tumpangi tidak pakai acara ngantri take-off seperti biasanya. Apakah landasan sedang kosong? Bisa jadi. Di Srwijaya Air dibagikan roti sejenis muffin dan air mineral segelas, lumayan deh daripada tidak sama sekali.Sejam kemudian pesawat mulai descend dan mendarat mulus di Bandara Adisucipto. Fast Forward, tanggal 23 jam 7 malam saya dan teman naik kereta Bengawan tambahan dari Lempuyangan ke Jatinegara. Tiketnya 95ribu dengan jam yang nyaman.

Kereta delayed satu jam lebih dan baru berangkat pukul setengah 9 malam. Namanya kabin ekonomi ya standar, namun enaknya pakai AC. Pembeda kereta api saat ini cuma kursinya menurut saya. Jika berduit dan ingin nyaman, naiklah eksekutif, namun jika ingin lebih murah naiklah bisnis atau ekonomi. Cuma saking tidak terlalu banyaknya perbedaan harga tiket kereta eksekutif dengan tiket pesawat kelas ekonomi low cost carrier, lebih seringnya saya naik pesawat. Kecuali jika anda ingin menikmati perjalanan, maka lain cerita. Pukul 05.30 saya tiba di Jatinegara dan naik KRL ke Depok dengan transit di Manggarai dulu untuk istirahat di tempat teman karena pesawat yang kami naiki pesawat malam.

And the story begins...

Sorenya, kami berangkat ke Bandara Soekarno Hatta dari Stasiun UI. Rutenya gampang, dari stasiun UI, naik KRL ke stasiun Pasar Minggu. Dari Stasiun Pasar Minggu, menyeberanglah naik jembatan penyeberangan  dan kemudian jalan kaki ke arah terminal pasar minggu untuk naik damri ke Bandara Soekarno Hatta. Ga pake ngetem lama, bus damri berangkat.


Pasar Minggu - Soekarno Hatta Airport
 Sore hari, pas weekend pula, macet juga di Jakarta, namun macetnya masih manusiawi. Jam 18.30 bus damri sudah tiba di bandara soekarno-hatta, tapi pas mau menuju terminal 3 macet parah. Pukul 19.00 kami sudah tiba di Terminal 3 dan ketemu dengan teman yang sudah menunggu dari sore. Langsung saja kami check in dan baggage drop.

2.25 hrs flight CGK-UPG (powered by gcmap.com)

Selagi menunggu boarding, seperti biasa makan di bakmi GM dan beli Americano super hot di Starbucks karena kantung mata yang sudah berat. Ga pakai delayed dan ga pakai antri take-off, pesawat langsung lepas landas. Januari di Indonesia memang musim hujan, pas take-off pun hujan sehingga sering kena turbulensi. Karena udah kekenyangan, dan tak ada yang bisa dilihat di penerbangan malam, saya tertidur. Efek kopi tadi pun tidak mempan...

INFO : Rute AirAsia Jakarta-Makassar-Jakarta sudah ditutup per 31 Januari 2014 dan penerbangan kami ke Jakarta tanggal 31 Januari 2014 merupakan penerbangan penutup :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

don't forget to leave a comment