Rabu, 18 Juni 2014

Main di Pantai Tanjung Bira, Bulukumba

 Nama Tanjung Bira dulu masih begitu asing di telinga saya. Setelah booming perjalanan dengan berbagai jenis gaya jalan, berbagai destinasi yang dulunya hanya diketahui oleh orang lokal, sudah bisa dan mulai diketahui oleh yang bukan orang lokal. Saat merencakan trip ke Sulawesi, Tanjung Bira masuk ke daftar yang kami kunjungi karena reputasinya sebagai pantai pasir putih. Terlebih hasil pencarian di internet membuat Tanjung Bira semakin harus menjadi tujuan saat di Sulawesi Selatan. 

Sesaat setelah tiba dari Tana Toraja dan beristirahat seharian, pada malam hari kami berangkat ke Tanjung Bira, yang ada di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pertanyaan selanjutnya pasti kenapa berangkat malam-malam? Iya betul sekali, Tanjung Bira jaraknya cukup jauh dari Makassar. Tanjung Bira terletak bukan di sisi pesisir Selat Makassar, melainkan berada di sisi timur pesisir Sulawesi Selatan sehingga harus lewat sisi selatan dulu.
rute makassar-tanjung bira powered by googlemaps

Pukul 8 malam kami berangkat dari Kota Makassar menuju Pantai Tanjung Bira, jalanan pusat kota masih begitu ramai dan mobil mengarah ke selatan. Tiba di suatu kabupaten yang saya lupa namanya, kami menyempatkan makan di warung yang jual bakso super guede. Gede beneran baksonya? IYA GEDE BANGET! Ukuran bakso paling besar di Pulau Jawa pun kalah besarnya dengan bakso ini. Bakso, yang biasanya saya anggap seperti camilan karena tidak mengenyangkan, kali ini seperti makan berat karena baksonya guede dan super mengenyangkan. Agak lebay memang, tapi percayalah kalo baksonya benar-benar besar dan mengenyangkan. haha! Anehnya, bakso disiram pakai saus kacang seperti bumbu sate, sedangkan kuahnya dipisah di mangkuk tersendiri. Harganya Rp 12.000 sahaja!
bakso super guede, tapi dimakan pakai bumbu kacang
  
Kenyang makan, kendaraan melaju lagi ke arah Tanjung Bira dengan jalanan semi off-road. Di sebagian wilayah, jalanan tidak semulus di Makassar dan sekitarnya, namun masih bisa ditoleransi kok, ga sampe bikin mabuk di jalanan. Pukul 00.00 dini hari, kami tiba di Bantaeng, kota pesisir yang alun-alunnya dekat pantai. Kami pun mampir sebentar di pantai Seruni yang masih area alun-alun sembari meluruskan badan, minum kopi, dan merokok. Tak lama, mobil jalan lagi ke arah Tanjung Bira.

Sekitaran pukul 02.30 dini hari, kami tiba di Tanjung Bira! Angin laut yang berhempas ke daratan lumayan dingin juga, tapi nggak sampai bikin menggigil kok. Karena amat sangat tanggung jamnya untuk cari penginapan, kami nebeng saja di gubuk-gubuk milik penjual-penjual makanan dan minuman yang ada di pinggir Pantai Tanjung Bira. Mereka jualan di Pantai Tanjung Bira selama 24 jam karena mereka juga stand by di gubuk tersebut. Cuma modal beli mie rebus dan kopi, kami diperbolehkan tiduran di gubuk mereka yag lumayan luas. Jangan khawatir dimahalin, karena harga warung-warung di Pantai Tanjung Bira masih wajar dan murah. Mie rebus cuma Rp 5.000, sedangkan minuman seperti kopi, teh dan susu dipatok Rp 5.000.


Good Morning from Tanjung Bira



Sinar matahari pagi mulai menembus gubuk dan mengenai mata, membangunkan saya pagi itu. cuaca pagi hari saat itu masih berawan sehingga air laut belum kelihatan keindahannya. Yang saya heran, pagi-pagi di Pantai Tanjung Bira malah sudah ramai pengunjung, berbeda dengan Pantai Kuta di Bali, ataupun Gili Trawangan yang jam 09.00 pagi saja masih sepi.


masih mendung aja udah bagus gini

Kami jalan-jalan menyusuri pantai sambil main air. Oh iya, ada juga gubuk yang menyewakan alat snorkeling dan kapal untuk menuju snorkeling spot. Pagi-pagi di pantai memang asik, adem dan air laut masih dingin. Selagi berjalan-jalan menyusuri pantai, saya melihat beberapa turis asing, tanda bahwa Tanjung Bira mulai dikenal wisatawan.  Semakin matahari naik, pemandangan makin keren. Kamera ponsel kami tidak bisa mengalahkan ketajaman mata dengan melihat langsung. Siang hari sekitar jam 11.00, kami meninggalkan Tanjung Bira untuk mengunjungi Desa Pengrajin Kapal Phinisi di Tanah Beru, tidak terlalu jauh dari Tanjung Bira.
siang hari di tanjung bira
Tanjung Bira worthed untuk dikunjungi karena pasirnya yang putih, alamnya yang masih asri, serta kebersihannya. menginap semalam dapat dijadikan opsi jika anda ingin menikmati Tanjung Bira secara total. Jangan Khawatir, banyak penginapan di sekitaran pantai dengan berbagai range harga, tinggal sesuaikan kantong kalian saja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

don't forget to leave a comment