Kamis, 26 Juni 2014

Melihat Upacara Pemakaman Orang Toraja


Rumah Tongkonan di Ke'Te Kesu
Bulan Januari 2014 lalu, saya dan teman-teman pergi ke Tana Toraja setelah menjelajah Makassar dan sekitarnya. Sesaat setelah melewati dan mengunjungi Ke'te Kesu, di pinggir jalan tampak sebuah persiapan di sebuah kawasan yang cukup ramai. Yap, ternyata ada upacara pemakaman orang Toraja.

Karena acara masih siang sekitaran pukul 13, kami berkeliling dulu jalan-jalan ke obyek wisata lainnya di Tana Toraja seperti Londa dan Lemo.

Siang harinya, setelah makan siang di warung, kami bergegas pergi ke desa yang tadi akan ada pemakaman orang Toraja. Pas kami datang, upacara belum dimulai dan lagi ada persiapan akhir gitu. Tak lama kemudian, ibu-ibu dengan pentungannya untuk menumbuk beras mulai memukul-mukulkan pentungan tersebut ke tempat untuk menumbuk beras. Bukan untuk menumbuk beras sih, soalnya pas saya lihat di tempat tumbukkan berasnya nggak ada beras sama sekali. Cuma untuk iringan-iringan suara sebagai musik mungkin.

ibu-ibu Toraja sedang menumbuk
Tak lama kemudian, sang pembawa acara berbicara dengan bahasa Toraja yang tidak saya tahu apa artinya. Bunyi-bunyian dari penumbuk beras yang dimainkan ibu-ibu tadi makin kencang. Tanpa saya tahu maksudnya, seekor babi mulai disembelih.

Berbeda dengan yang saya lihat dengan penyembelihan babi biasanya, babi tersebut cuma ditusuk dan disayat pas bagian lehernya dengan salah satu orang menampung darahnya. Si babi pun  berontak-berontak seperti kehabisan oksigen. Saat si babi sudah mulai lemas, babi mulai dibawa ke dalam tongkonan yang sudah ada orang masak-masak. Pas saya bertanya pada salah satu panitia, dia bilang ini untuk pembukaan saja.

Kerabat dari orang yang meninggal masing-masing duduk di tongkonan masing-masing. Sepertinya ini upacara besar, karena lumayan ramai juga. Turis-turis pun diperkenankan untuk melihat prosesi upacara kematian ini bahkan boleh lihat dari dekat. Saya sendiri lihat penyembelihan babi dari dekat, hehe! Nah yang ditunggu-tunggu pun datang, iyak apalagi kalau bukan kerbau yang disembelih.

Senin, 23 Juni 2014

Berselancar dengan Bus di Pulau Jawa

Sarana transportasi yang paling fleksibel dan paling gampang ditemui, ya Bus Umum! Fleksibel adalah gampang alokasi waktunya, dalam artian frekuensi bus sangat banyak sehingga anda bisa menggunakannya walaupun anda selesai bangun dari tidur siang. 

Gampang adalah karena bus bisa "dicegat" di pinggir jalan sehingga kita tidak perlu transportasi (dan uang) tambahan untuk pergi ke terminal. Enaknya lagi, kita kena charge berdasarkan jarak.
java island, powered by google maps
Ada tiga jalur yang akan saya bahas di sini, yakni bus jalur Semarang - Surabaya vice versa (vv),bus jalur Yogyakarta - Surabaya (vv), serta bus jalur Yogyakarta - Semarang (vv). Kereta yang tidak selalu turun di kota tujuan dan frekuensi perjalanan membuat saya sering naik bus untuk mencapai tujuan, selain itu murah pula. Enaknya lagi, bisa turun di pinggir jalan dan ga bikin orang repot yang jemput. Kurang nyamannya hanya satu : waktu perjalanan yang unpredictable

Okay disini bakalan saya bahas 3 jalur sebagai berikut:

Sabtu, 21 Juni 2014

Pergi Ke Pasar Bolu Tana Toraja


doc-andrehizkey
peta wisata Tana Toraja dari ibu pemilik penginapan

Melihat namanya, yaitu pasar bolu, saya yakin pada ngiranya pergi buat beli bolu kan? Hehe salah besar. Pasar Bolu yang kami kunjungi ini adalah sebuah Pasar di Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Sebelum melaju kesana, kami nyicil beli oleh-oleh Kopi Toraja di pasar. Pasarnya ada dekat tugu tongkonan di Kota Rantepao.

Enaknya beli kopi di sini, pertama adalah lebih murah. Harga kopi ditentukan pake gelas-gelasan gitu, harganya mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 20.000 tergantung ukuran gelasnya. Asyiknya lagi, kopi bisa langsung diplastikin dan dipress disini sehingga mirip beli di toko gitu. Untuk kopinya sendiri masih berupa biji dan anda bisa juga minta biji untuk dibungkus, harganya sama dengan yang digiling. Pas dipegang plastik bungkusan kopinya, ada rasa hangatnya gitu, fresh from the oven  gitu lah gaulnya.


yok dibeli kopinya
Salah satu rekomendasi saya beli oleh-oleh khas Tana Toraja ya pasar ini. Jangan sungkan-sungkan bertanya dimana penjual kopi, semua pedagang ramah-ramah dan rata-rata bisa Bahasa Indonesia kok. Kalo mau kiloan juga bisa sih, dulu pas saya ke Rantepao akhir bulan September 2013, harga kopi dipatok Rp 70.000 per kilogram, namun pas saya kesana akhir bulan Januari 2014, harga kopi turun jadi cuma Rp 60.000. Karena saya gila kopi, beli perkilo adalah wajib hukumnya, lumayan buat stok 2 bulan.

Kembali ke Pasar Bolu, Letak Pasar Bolu sendiri tidak terlalu jauh dari pusat kota rantepao, jika mengendarai kendaraan bermotor sekitaran 15 menit.Untuk dagangan di pasar bolu, sama sekali tidak ada kue bolu yang dijual, melainkan binatang alias ternak. Ternaknya sendiri tidak sembarang ternak. Komoditas utama di pasar bolu adalah babi dan kerbau.

Setelah sarapan pagi ala kadarnya dan minum kopi asli toraja dari pemilik penginapan, tujuan pertama kami hari itu saat menjelajah toraja adalah pasar bolu. Kenapa pasar bolu? Yep, karena pasar bolu tidak buka setiap hari, info dari ibu-ibu penginapanlah yang menghantarkan kami pagi itu menjadikan pasar bolu sebagai destinasi utama, mumpung masih di Tana Toraja gitu. hehehe.

Rabu, 18 Juni 2014

Main di Pantai Tanjung Bira, Bulukumba

 Nama Tanjung Bira dulu masih begitu asing di telinga saya. Setelah booming perjalanan dengan berbagai jenis gaya jalan, berbagai destinasi yang dulunya hanya diketahui oleh orang lokal, sudah bisa dan mulai diketahui oleh yang bukan orang lokal. Saat merencakan trip ke Sulawesi, Tanjung Bira masuk ke daftar yang kami kunjungi karena reputasinya sebagai pantai pasir putih. Terlebih hasil pencarian di internet membuat Tanjung Bira semakin harus menjadi tujuan saat di Sulawesi Selatan. 

Sesaat setelah tiba dari Tana Toraja dan beristirahat seharian, pada malam hari kami berangkat ke Tanjung Bira, yang ada di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pertanyaan selanjutnya pasti kenapa berangkat malam-malam? Iya betul sekali, Tanjung Bira jaraknya cukup jauh dari Makassar. Tanjung Bira terletak bukan di sisi pesisir Selat Makassar, melainkan berada di sisi timur pesisir Sulawesi Selatan sehingga harus lewat sisi selatan dulu.
rute makassar-tanjung bira powered by googlemaps

Pukul 8 malam kami berangkat dari Kota Makassar menuju Pantai Tanjung Bira, jalanan pusat kota masih begitu ramai dan mobil mengarah ke selatan. Tiba di suatu kabupaten yang saya lupa namanya, kami menyempatkan makan di warung yang jual bakso super guede. Gede beneran baksonya? IYA GEDE BANGET! Ukuran bakso paling besar di Pulau Jawa pun kalah besarnya dengan bakso ini. Bakso, yang biasanya saya anggap seperti camilan karena tidak mengenyangkan, kali ini seperti makan berat karena baksonya guede dan super mengenyangkan. Agak lebay memang, tapi percayalah kalo baksonya benar-benar besar dan mengenyangkan. haha! Anehnya, bakso disiram pakai saus kacang seperti bumbu sate, sedangkan kuahnya dipisah di mangkuk tersendiri. Harganya Rp 12.000 sahaja!

Senin, 16 Juni 2014

Bandara Soekarno Hatta ke Stasiun Pasar Senen (dan sebaliknya)



Musim mudik yang akan datang, frekuensi perjalanan di Indonesia pastinya akan sangat tinggi, apalagi Pulau Jawa. Seringnya, untuk menghemat biaya dan alasan konektivitas, memadukan berbagai macam transportasi adalah penting. Paling gampang adalah antara pesawat dan kereta. Kereta yang notabene anti macet jika diintegrasikan ke bandara saya rasa akan menjadi kelebihan tersendiri. Setahu saya untuk Indonesia saat ini cuma Bandara Adisucipto di Yogyakarta, dan Bandara Kuala Namu di Medan yang terbaru. 
 
Untuk ke bandara Yogyakarta, bila anda yang berdomisili di Solo, Klaten, Wates dan Kutoarjo bisa dengan gampang mencapai bandara pakai kereta komuter, yakni Kereta Prameks. Kereta Prameks berhenti juga di Stasiun Maguwo. Stasiun Maguwo sendiri sudah terkoneksi ke Bandara Adisucipto sehingga anda tinggal jalan ke terminal bandara. Untuk Medan, sudah ada jalur kereta khususnya ke Bandara Kualanamu di Deliserdang.

Sabtu, 14 Juni 2014

Nongkrong di Lecker Cafe Yogyakarta


Dari banyaknya cafe-cafe yang bersliweran di Yogyakarta, saya punya beberapa tempat favorit yang mungkin bisa jadi referensi jika anda baru pertama kali di Yogyakarta dan akan tinggal dalam jangka waktu tertentu. Cafe favorit saya di Yogyakarta adalah Lecker Cafe yang ada di Jalan HOS Cokroaminoto Yogyakarta. Tempatnya memang tidak di pusat kampus seperti Seturan, Babarsari ataupun Jalan Kaliurang dan meski agak jauh dari kos-kosan, tempat ini worthed dalam hal harga dan kenyamanan yang didapatkan.

lokasi lecker cafe jogja dari googlemaps

Untuk yang belum tau lokasinya lokasi Lecker Cafe, bisa dilihat di peta dari googlemaps diatas. Letaknya persis di depan pom bensin dan jangan khawatir, Lecker ada di pinggir jalan besar sehingga mudah ditemukan. Awal mula menemukan cafe ini saat saya diajak teman untuk mengopi ( karena saya doyan kopi). Karena teman saya pengen minum kopi luwak yang asli di Yogya, dia ngajak ke Lecker. Untuk menu kopi cukup lengkap, dari kopi luwak yang ratenya paling mahal, kemudian kopi-kopi lokal macam toraja, bali, mandailing juga ada. 

view dari lantai dua




Menunya juga ga melulu kopi, ada juga ice-ice blended yang pakai dicampur es krim, hazelnut, dan masih macem-macem deh saking banyaknya variatif menunya. Selain minuman, Lecker juga jual makanan-makanan berbahan organik, seperti nasi goreng organik, salad, lalu untuk snack ada macam banana crepes, fish and chip dan masih banyak lagi. Untuk masalah tempat, kursinya ada yang model kayu cuma diberi seperti bantalan busa begitu biar empuk. Suasananya pun santai.

guava float
Buat yang suka nongkrong sampe pagi, kurang cocok nongkrong di sini karena cafenya tutup jam 01.00 dini hari. Kalo bukanya saya kurang tau karena seringnya malem kesini. Jika anda perokok, jangan khawatir, baik di lantai 1 maupun lantai 2 boleh merokok. Sedangkan untuk wi-fi-nya lumayan kenceng, puas-puasin deh bisa download. Kalo boleh rekomendasi, kopi-kopinya mantap, juga nasi goreng organiknya juga enak.

Jumat, 13 Juni 2014

Main ke Taman Purba Sumpang Bita, Maros.

bukit kapur yang ditumbuhin tanaman
Lanjooooot lagi nulis tentang perjalanan ke Sulawesi Selatan dan sepertinya akan lebih banyak tulisan lagi beberapa waktu kedepan. Kali ini kita main ke taman purba sumpang bita, letaknya senditri di Kabupaten Maros. Untuk detilnya saya kurang ngerti karena saat itu diantar. Yang saya ingat, dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin lurus terus ke arah utara. Sepanjang perjalanan bakalan ditawari pemandangan Pegunungan Karst yang ga abis-abis. Keren! Karst di Maros yang gue inget adalah salah satu yang terluas di Indonesia, kalo ga salah sih.

Rabu, 11 Juni 2014

Jetstar Flight From KUL to SIN


KLIA Main Terminal
Post kali ini cuma membahas bagaimana pengalaman pas naik Jetstar ke Singapura. Saya sendiri baru tau maskapai ini setelah sering jalan-jalan. Sebenarnya perjalanannya sendiri sudah lama, sekitar tahun 2013 kemarin saat saya ke Malaysia bersama teman-teman. Dapat tiket ke Malaysia, sebenarnya kami berencana pergi ke Singapura dengan jalur darat. Tanya-tanya dengan beberapa teman yang pernah ke Singapura, harga naik bus sekitar 150ribuan dengan tempo 5 jam perjalanan, jika naik kereta maka 8 jam. 2 pilihan tersebut pun masuk ke dalam list kami, maklum, mahasiswa dan kantong cekak.

Seminggu sebelum berangkat, belum ada titik temu bagaimana menuju Singapura. Teman-teman sendiri jawabannya pasti terserah dan yang penting murah. Setelah riset, pakai jalur darat lumayan ribet juga karena harus melewati imigrasi Malaysia dan Singapura dalam waktu berdekatan di border. Lihat situs si merah, harganya saat itu kurang cocok, si kuning juga sama saja.

Minggu, 08 Juni 2014

Makassar : Surga Makanan Enak dan Banyak!



Siapa sih yang tidak suka makan? Untuk makanan-makanan lezat Makassar punya pilihan yang oke punya. Letaknya yang ada di pinggir laut sekaligus membuat Makassar jadi kota pelabuhan yang ramai di Indonesia Timur. Bagi saya, gurih, manis, dan porsi banyak adalah ukuran terenak dalam makan, dan berbagai kuliner di Makassar oke punya dah.

Dimulai dengan Sop Konro Bakar. Sesaat setelah berkunjung ke Makam Sultan Hasanuddin, hari ternyata sudah siang dan perut, seperti biasa..lapar. hahaaha. Saat seorang teman menanyai apa menu untuk siang ini, saya mengusulkan untuk makan sop konro bakar. Saya mengusulkan Sop Konro Bakar karena saat ke Makassar pertama kali, saya tidak nemu tempatnya karena saat itu kebanyakan jalan kaki dan naik transportasi umum, sehingga agak ribet. Saat pergi ke Makassar kali ini, kami ada yang mengantar, jadi tinggal request mau kemana maka akan diantar ke tempat yang recommended. 

Kami diantar makan di Sop Konro Karebosi yang terletak di dekat Lapangan Karebosi. Maklum saat itu sudah siang sehingga tempat ramai orang yang sedang makan siang.
lokasi sop konro bakar karebosi, dekat dengan lapangan karebosi
Kami semua kompak pesan sop konro yang bakar. Tak lama menunggu, makanan yang ditunggu-tunggu datang.

Jumat, 06 Juni 2014

Santai - Santai di Sulawesi Selatan Seminggu


Awal tahun ini setelah UAS dan nilai mata kuliah keluar, tibalah libur semesteran. Yihaaa! Karena suatu urusan, dalam bulan Januari saya bolak-balik Yogyakarta-Jakarta. Ealah saya pun baru ingat kalau punya tiket penerbangan dengan teman-teman saya ke Makassar pada minggu akhir bulan Januari ini, sialnya saya tidak membawa pakaian dan perlengkapan traveling  yang memadahi untuk berlibur selama tujuh hari ke depan dengan berbagai wahana. Terpaksa saya kembali ke Yogyakarta cuman buat packing. Di Yogya, saya cuma semalam karena keesokan malamnya harus ke Jakarta terlebih dahulu untuk ke Makassar. Ribet ye?

Pre-Story

Sudah bisa ditebak, kami dapat tiket promo ke Makassar dari Jakarta. Pulang Pergi cuma 90ribu euy, udah pakai bagasi 15kilo pula. Tiket pun sudah di booking sejak Mei 2013 untuk keberangkatan bulan Januari 2014, lama tunggu booking hingga berangkat hampir sama seperti orang hamil. Setelah tiket tersebut hampir terlupakan, tiba-tiba masuk email dari AirAsia Preflight Notification,

Rabu, 04 Juni 2014

Lombok and Gili Trawangan Trip

gili air
Sering kali saya dipameri foto teman-teman yang main ke Gili Trawangan dan Lombok. Ngiler juga liat foto-foto teman-teman saya yang KKN ke Lombok dan sekitarnya. Sampai akhirnya ada promo Citilink Rp 55.000 ke semua tujuan pada September tahun lalu. Semua tujuan? IYA! Tentu saja Lombok tujuannya. Disaat sebelum jam promo dimulai, saya dan kedua teman, bil dan qies lagi nongkrong-nongkrong di Dixie Easy Dining. Untunglah koneksi inet lancar jaya, tapi sayang sekali ketersediaan kursi sangat terbatas di tiap penerbangan, paling banter 2 kursi sehingga saya berangkat duluan ke Lombok sedangkan teman saya menyusul keesokan harinya. SUB-LOP-SUB terbooking, harga Rp 110.000 all in. Yihaaaa! 

Senin, 02 Juni 2014

Pengalaman Operasi Gigi Geraham Bungsu ( Wisdom Teeth)


goodbye wisdom tooth. you lose.

Sedikit menjauhi dunia traveling, saya ingin membagikan cerita terkait dengan operasi gigi geraham bungsu yang saya jalani pada bulan desember tahun 2012 yang lalu. basi sih, tapi kok rasanya pengen menceritakan pengalaman yang satu ini (karena geraham bungsu yang kanan bawah sudah teriak-teriak tumbuh dan protes minta ruangan). Mendebarkan juga sih, karena tidak pernah ke dokter gigi sebelumnya, sekalinya ke dokter gigi, pake acara operasi segala.

Dari awal saya hidup, hingga akhir tahun 2012 yang lalu, saya tidak pernah ke dokter gigi sama sekali. Ya, sama sekali tidak pernah. Dari TK, SD, SMP, hingga SMA, saya tidak pernah ke dokter gigi walaupun cuma untuk periksa atau kontrol rutin. Alasannya simpel, saya tidak pernah mengalami masalah dengan gigi pada masa-masa tersebut.