Rabu, 16 April 2014

Lombok Day 2 : Pink Beach dan Tanjung Ringgit, Lombok Timur

Wonderful Pink Beach!

Hari ini agenda saya hanya mengunjungi pantai pink dan tanjung ringgit di daerah lombok bagian timur. Alasannya, karena cukup jauh dari pusat Kota Mataram, maka akan sangat rugi apabila hanya sebentar saja di objek tersebut. Apalagi, medan jalan yang tidak saya ketahui sebelumnya sehingga membuat senewen kalo kesasar.

Setelah ngopi dan sarapan gratisan pake nasi kuning khas lombok dari penginapan (dimana lagi coba penginapan Rp 100.000 dapet 2 single bed, kopi/teh pagi, sama sarapan!). Saya memanasi motor lebih dulu sambil merokok. Maklum, perjalanan di lihat dari peta kok jauh banget kayaknya. Motor rentalan dari penginapan seharga Rp 60.000 per 24 jam ini akhirnya melaju juga ke arah pink beach dan tanjung ringgit.

Mataram - Pink Beach Lombok Timur dari google maps . Jauh kan....

Petunjuk dari mbah google diatas menunjukkan kalo perjalanan melewati praya, lombok tengah. Jalan dari kota Mataram ke Praya kondisinya masih bagus, akan tetapi setelah mendekati Pink Beach,
jangan ditanya. Di google maps, arah yang saya gunakan adalah menuju tanjung ringgit karena pemilik hotel bilang jika masih satu kawasan dengan pink beach. Mendekati daerah tersebut, maka akan ada plang penanda ke arah Pink Beach ( dari arah perjalan saya, maka plang menunjukkan arah kiri). Setelah ada plang tersebut, saya pikir perjalanan sudah akan dekat, ternyata masih ada 7 kilometer yang saya lalui dengan medan yang off-road. Yihaaa!

sepanjang jalan ya gini aja ga habis-habis

Sebelumnya memang ibu pemilik homestay mengatakan apabila jalan menuju Pantai Merah alias Pink Beach ini rusak sehingga butuh perjuangan jika akan kesana. Di awal perbelokan ke pantai pink tersebut, masih agak ramai lalu lalang penduduk sekitar, masih banyak warung dan saya lihat perumahan penduduk, serta sekolah. Lama kelamaan, di kiri kanan kok saya lihat sepi sekali tidak ada penduduk. Sesekali ada hewan seperti biawak yang lagi ngangkring di pinggir jalan berjemur saking sepinya jalan itu.

Pemandangan yang ada adalah hutan-hutan yang sepertinya tidak ada habisnya. Saya sempat stress juga tidak sampai-sampai ke lokasi Pantai Pink, apalagi jarang ada penduduk sehingga tidak bisa saya tanyai. Setelah hampir sekitar 30 menit ketidakpastian dari belokan tadi, perlahan mulai ada lalu lalang penduduk kampung dan akhirnya ada sign ke Pink Beach yang ternyata itu merupakan tempat parkir yang dijaga penduduk sekitar. Biaya parkir Rp 5.000 untuk motor.

pantainya masih di bawah lagi

Apakah sudah sampai Pink Beach? Belum banget. Untuk mencapai Pink Beach, saya harus naik motor menuruni bukit terjal yang tanggung sekali kerusakan jalannya sehingga agak mengerikan jika motor tiba-tiba di rem depan. Bagi yang belajar naik motor, harap hati-hati karena jalannya kombinasi tanjakan turunan dan terjal rusak sehingga agak mengerikan.

Setelah menuruni bukit yang jalannya wow itu, tibalah saya di Pink Beach! Yap, ini foto-foto Pink Beach saat itu. NO FILTER. hehehehe!



udah keliatan merahnya


 

adem banget ini pantai merah

Kereeeeeeeen! Saya menikmati suasana di Pink Beach yang sangat sepi dan jauh dari perkembangan modernisasi di daerah lain. Jarang sekali terlihat sampah, pantainya benar-benar bersih. Bagi yang suka berenang, Pink Beach ini tidak berombak dan sangat tenang sehingga akan puas sekali leyeh-leyeh di airnya yang hangat di siang hari.

Secara tidak berombak karena pantai ini seperti sebuah teluk karena menjorok ke daratan. Asyiknya lagi, saking sepinya ini pantai, maka serasa jadi pantai pribadi. Saat saya ke Pink Beach hanya ada beberapa gelintir manusia termasuk penduduk sekitar yang berjualan dengan buka warung di dekat pantai.

 Ternyata, waktu berkunjung yang baik untuk melihat pantai untuk benar-benar pink adalah di waktu matahari tidak bersinar terlalu terik, yakni pada pagi dan sore hari. Di Pink Beach juga ada penyewaan mask untuk snorkeling di area pantai. Kalau tidak salah sewanya Rp 25.000 sepuasnya. Kalau belum puas keliling dan renang di pantai, bisa juga sewa perahu untuk lihat Goa Jepang yang ada di pinggir laut, namun masih dekat dengan area pantai.

Setelah asyik leyeh-leyeh, saya naik ke bukit di samping pantai untuk mengambil gambar dari ketinggian. Pemandangannya tak kalah menakjubkan.

pantai merah dari atas bukit

Pink Beach sungguh bagus dan mengesankan. Kalau saja nggak inget kalau bukan tinggal disini, saya ogah pulang. Perjalanan yang jauh dan melelahkan terbayarkan dengan kepuasan akan Pink Beach ini. Selesai dari Pink Beach, saya ikut rombongan anak Jakarta yang baru saja saya kenal di Pink Beach yang akan ke Tanjung Ringgit.

Tanjung Ringgit berupa tebing di pinggir pantai yang tinggi, mirip seperti Uluwatu di Bali. Jarak tempuhnya tidak terlalu jauh dari Pink beach, dengan medan jalan yang tak kalah off-road-nya. Dari Tanjung Ringgit ini, kelihatan juga seberang pulau Lombok, yakni pulau Sumbawa.
mirip di Bali, kan?
Karena hanya bisa dinikmati dengan dilihat, saya tak lama disini dan bergegas kembali ke Mataram karena hari sudah makin sore. Perjalanan yang sama seperti keberangkatan di awal. Jalanan off road di awal, akan tetapi makin mulus saat mendekati pemukiman hingga kota Mataram.

Hari kedua ini sangat melelahkan, akan tetapi semua terbayarkan dengan keindahan Pantai Merah alias Pink Beach ini. Aksesnya yang sulit, memang benar-benar worth dengan alam yang di dapatkan.

TIPS: Kalau mau ke Pink Beach alias Pantai Merah untuk hasil yang maksimal lihat warna pink-nya, usahakan datang pagi atau sore sekalian saat matahari belum terlalu terik. Selain itu, siapkan waktu seharian menikmati pantai keren ini!

10 komentar:

  1. Pink beach di lombok ini nama resminya Pantai tangsi bukan yah?

    Btw salam kenal yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga :)

      iya mbak, namanya pantai tangsi, tapi sign2 buatan waktu saya kesana kalau ga pantai pink biasanya pantai merah. hehe

      Hapus
  2. Salam.. Sengigi ke tanjung ringgit berapa jauh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo dari senggigi kurang tahu mbak. senggigi mataram sekitar sejam, mataram ke tanjung ringgit sekitar 2 jam. itung2 ditotal 3 jam lah. itu dengan motor ya.

      Hapus
  3. Mas, ada kenalan tukang perahu ga di pink beach? kalo ada boleh di share :

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mas, nggak ada kenalan tukang perahu. Kalo mau keliling-keliling naik perahu, seingat saya sudah ada kapal yang stand by kok.

      Hapus
  4. Hello ..ada tempat penginapan murah dekat pink beach ,boleh share ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mas seingat saya tidak ada penginapan disana. Mungkin bisa dicoba camping

      Hapus
  5. Hello ..ada tempat penginapan murah dekat pink beach ,boleh share ?

    BalasHapus
  6. Minggu kemarin saya ke pantai ini, sewa boat dari pelabuhan tanjung ke pantai pink 1 (katanya ada 2 pantai pink), sayangnya saat tiba di pantai tepat siang hari dan sangat terik. Warna pink kurang terlalu kelihatan. Masih menggunakan boat, saya snorkeling di dua tempat, salah satunya Pulau Petelu, pulau yang hanya dihuni seekor monyet.

    BalasHapus

don't forget to leave a comment