Senin, 14 April 2014

Hello Again Lombok Island!

Foreword

 Rencana jalan-jalan kali ini tidak berbeda jauh rentang waktunya dengan perjalanan saya ke lombok sebelumnya. Setelah melewatkan perjalanan ke Padang pada pertengahan Februari yang lalu, kali ini saya tidak ingin membatalkan ke Lombok kali ini walaupun sudah saya kunjungi sekitar satu setengah bulan yang lalu. Bosan? Enggak banget! Hambar rasanya saat ke Lombok cuma main ke Gili Islands. Padahal, masih banyak tempat lain yang patut disinggahi.

Seperti biasa, penerbangan ke Lombok yang kedua ini akibat promo Citilink yang 55rb untuk semua rute yang diadakan sekitar bulan November yang lalu. Namanya juga mahasiswa, promo-promo seperti ini sangat meringankan biaya perjalanan. Sebenarnya sih saya senang-senang saja menempuh perjalanan darat dalam sebuah perjalanan. Namun terkadang kelamaan di jalan juga membuat pengeluaran jadi bengkak, belum lagi capek luar biasa yang dapat merusak mood jika sudah tiba di tempat tujuan. Seperti pengalaman ke Hong Kong via Denpasar saya bulan desember yang lalu.
Dari Yogyakarta ke Denpasar saya menempuh perjalanan darat hingga hampir 24 jam hingga badan menyentuh kasur. Yang tadinya ingin irit naik kereta, malah jadi benjut akibat badan sudah tidak kuat. Saat itu tiket termurah Yogyakarta ke Bali untuk pesawat sekitar 350ribuan sekali jalan, ditambah airport tax menjadi 400ribu, terbangnya cuma sejam. Sedangkan saat menempuh perjalanan darat, habis sekitar 200ribuan termasuk penginapannya. Jadi perbedaan tidak terlalu besar kan? Kecuali jika anda punya waktu lama dan ingin menikmati perjalanan, jalan darat tetaplah terbaik. Experience is the best teacher .

my journey route. by Great Circle Map
Tanggal 5 April sekitaran jam 3 sore, saya diantar teman saya ke Terminal Giwangan. Parahnya, sepanjang perjalanan hujan deras sehingga badan dan tas saya basah semua karena jas hujan tidak cukup. Bayar peron terminal Rp 500, masuk juga ke dalam areal terminal. Langsung saja saya mengambil bus Mira yang berangkat tak lama kemudian. Tiket Yogyakarta-Surabaya Rp 41.000 untuk pemilik Kartu Langganan (KL). Tak ada yang menarik sepanjang perjalanan yang lancar ini, kecuali seringnya bus untuk masuk ke terminal sehingga jarak tempuh menjadi sekitar 9 jam.

Google Maps Yogyakarta-Surabaya 328km lumayan juga ga pake tidur XD


Tak Pernah Sepi

Pukul 01.00 pagi saya sudah tiba di Terminal Purabaya Alias Bungurasih. Terminal ini tidak pernah sepi. Lalu lalang bus selalu saja ada setiap menit. Layaknya sebuah hub, terminal ini menghubungkan Surabaya ke kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bali, dan masih banyak lagi. Turun dari bus, supir ojek, calo tiket, hingga supir taksi akan mengerubungi anda. Santai saja dan tetap ke arah kedatangan. Karena capek, kebelet dan lapar, saya nongkrong-nongkrong di salah satu warung toko di area dekat kedatangan untuk makan dan ngerokok. Sekitaran pukul 02.00 pagi saya mengantre di dekat loket damri yang juga ada di kedatangan bus. Penumpang damri bungurasih-bandara sangat ramai di pagi hari, rata-rata penumpang dengan penerbangan pagi hari. Tarif damri bungurasih-bandara Rp 20.000 per orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

don't forget to leave a comment