Minggu, 02 Maret 2014

Berkelana Kurang dari 24 Jam di Hong Kong (2)








burrsshh. Landing mulus di Hongkong International Airport (HKG) Terminal 2 sekitar jam 01.30. Sambil mengumpulkan nyawa, saya duduk dulu menunggu hingga pesawat agak sepi. Welcome to Hong Kong! Negara ke 3 yang tercatat di paspor saya. Aroma modern mulai terasa saat masuk area terminal, walaupun menurut saya entah kenapa Airport Changi di Singapura terasa lebih nyaman.
HKG T2
Sebelum masuk ke imigrasi, saya sempatkan mencari arrival card yang tidak dibagikan di dalam pesawat. Isinya standar sih. nama, no paspor, tanggal lahir, alamat saat di Hong Kong, dan tidak lupa mengambil brosur, peta, dan jalur MTR. Setelah komplit, ini dia yang selalu bikin deg-degan...Konter imigrasi!
Karena sebelumnya baca-baca blog orang tentang imigrasi Hong Kong, saya jadi senewen sendiri. Untunglah  imigrasi terlewati dengan lancar tanpa sepatah kata keluar dari petugas imigrasi. By the way,  Hong Kong tidak pakai cap lagi untuk penanda di paspor, melainkan pakai kertas kecil yang di staples dan berisi keterangan data pemegang paspor dan maximum stay.

Malam itu saya tidur di kursi-kursi panjang di area baggage claim yang terletak sebelum konter Custom. Jam 7 pagi airport sudah mulai ramai dan berisik dengan pengumuman-pengumuman kedatangan. Keluar dari Custom, kami beli Octopus Card seharga 150 HKD di CS. 100 HKD adalah isi kartu, sedangkan deposit kartu 50 HKD yang bisa dicairkan jika kartu dikembalikan.

Tujuan pertama ke Hong Kong Disneyland karena dekat dengan airport. Karena harga tiket airport express mahal, kami menyiasati dengan naik bus nomor S56 seharga HKD 3.5 ke Tung Chung Station. dari Tung Shung Station ke Disneyland Resort transit di  Sunny Bay Station. Cuaca saat itu tidak bersahabat, berangin dan gerimis. Karena tidak tertarik main-main di theme park (sebenarnya sih nggak punya duit). Puas foto-foto, selanjutnya kami kembali ke station disneyland dan pergi ke daerah Hong Kong Island. 

Hong Kong Disneyland
Setelah sampai di Hong Kong Station, kami menuju Exchange Square yang terdapat banyak bus dengan menyeberang pakai jembatan penyeberangan. Tujuan berikutnya pergi ke The Peak. Saya lupa naik bus nomor berapa, hingga di akhir tujuan kami nyasar di daerah Stanley. Parah, lihat di peta ternyata nyasar jauh banget! Karena bingung lagi, kami memutuskan kembali ke halte bus awal. Waktu cukup banyak terbuang akibat nyasar nyasar ini, padahal ternyata harus naik bus nomor 15. Akhirnya kami tiba di The Peak. The Peak sendiri adalah bukit yang bisa memandang gedung-gedung pencakar langit di Hong Kong. Untuk mencapai atas, sebelumnya ada sejenis mall yang menjual macam-macam barang. Burger King, Mc’D dan Starbucks juga ada di sebelah mall ini. Tiket HKD 40 untuk masuk ke lantai atas gedung.

lewat daerah wan chai

jalanan hongkong di pagi hari

the peak

Puas foto-foto, kami naik bus ke stasiun MTR terdekat karena lalu lintas kota yang padat, sehingga menghabiskan banyak waktu. Tujuan kali ini ke Ladies Market, buat beli oleh-oleh untuk teman-teman kampus. Gampang kok menuju Ladies Market, tinggal naik MTR ke Mong Kok Station dan keluar lewat E2. Keluar stasiun, sampai deh di Ladies Market. Saya kira jualannya barang-barang perempuan thok, ternyata jualannya macam-macam. Ada gantungan kunci, kaos-kaos, sepatu, tas, jam tangan, hingga g-string dengan bentuk aneh-aneh. Lumayan, HKD 100 dapat 5 buah kaos dengan bahan yang lumayan bagus menurut saya. Jika anda beli kaos, rata-rata tiap penjual sudah pasang harga pas HKD 100 dapat 4 atau 5 kaos. Untuk barang-barang lain, silakan tawar-menawar pakai kalkulator.
perhatikan obyek yang dilarang untuk di foto
wuhuu the peak
Seharian belum makan, dan perut sudah ribut minta diisi. Karena tak mau banyak berspekulasi untuk makan di restoran, kami makan di McD dekat MTR Mong Kok. Paket burger, kentang goreng, dan soft drink cuma sekitar 30ribu rupiah. Seumur-umur pergi ke McD, baru kali ini saya memesan burger. Di Indonesia jika pergi ke McD, saya tidak pernah sekalipun beli burger, karena bagi saya burger itu kayak snack dan kurang mengenyangkan, bukan makanan berat (ketauan deh perutnya kampung).Tidak seperti di Indonesia yang untuk tempat nongkrong, yang saya amati di sini orang-orang setelah makan di restoran fast food tidak terlalu lama nongkrong dan langsung pergi. Tujuan terakhir kali ini adalah ke Avenue of Stars untuk lihat Symphony of Lights di malam hari. Tinggal turun di MTR East Tsim Sha Tsui exit J. Tidak banyak yang bisa dilakukan di sini karena sudah malam dan hujan. Setelah foto-foto kami kembali ke stasiun MTR terdekat untuk ke MTR Tung Chung dengan transit di Nam Cheong. Dari Tung Chung station naik bus ke Airport.
check in di Terminal 2, boardingnya di Terminal 1
Begitu tiba Airport, cuci muka, sikat gigi dan cari spot buat tidur. Tidak usah malu-malu, banyak kok yang ngemper di Airport, rata-rata sih karena penerbangan yang pagi sekali. Jam 05.00 pagi kami langsung check in. Saat check in saya bertemu dengan mbak-mbak dari Surabaya untuk urusan bisnis ke Hong Kong, dan mas-mas dari Purwokerto yang dapat harga promo seperti saya. Kami kebingungan karena tak melihat petunjuk menuju gate, akhirnya seseorang memberitahu jika gate 22 berada di Terminal 1. Imigrasi berjalan cepat dan ringkas. Karena masuk angin gara-gara ngemper di bandara, saya beli Americano panas di Starbucks, HKD 30 harganya. Take off tepat waktu, 5 jam di dalam pesawat tak ada yang bisa dikerjakan, kecuali memotret pemandangan indah awan di pagi hari.


cruising to SUB
safely landed at SUB. welcome to Indonesia!
Tiba di Surabaya jam 12 kurang. Imigrasi di Juanda juga cepat dan tidak bertele-tele. Karena sudah mepet untuk mengejar kereta Sri Tanjung jam 13.45, saya patungan dengan 4 orang lainnya naik taksi ke Stasiun Gubeng. Traffic Surabaya yang padat membuat saya baru tiba di Stasiun pukul 13.30. Matilah, kurang 15 menit, tapi antrean tiket seperti antre Sembako. Sebelum menyela antrean, saya minta maaf dulu dengan bapak yang sedang mengantre tiket karena saya sela, untunglah bapak tersebut baik dan tidak mempermasalahkannya karena beliau beli tiket untuk bulan depan. Eh, pas ngantre di belakang saya ada juga yang nebeng beli Sri Tanjung juga, duh. 

Kurang 2 menit waktu keberangkatan, saya baru on board di sepur. Hooooah lega! Perjalanan 5 jam lebih ke Jogja saya hanya habiskan untuk tidur. Jam 8 tiba di Stasiun Lempuyangan dan diantar teman ke kost. 

Budget : Untuk perjalanan ke Hong Kong yang sangat singkat ini, saya membawa HKD 850 dan terpakai HKD 410. Mahal atau murah saya tidak tahu, yang jelas saya 2 hari tidak mandi semenjak berangkat dari Denpasar.
Tips buat bekpekingan ke Hong Kong : Bawa duit yang agak banyak, karena biaya hidup relatif mahal di Hong Kong, kecuali jika anda tahan tiap hari tidur di bandara. Hehe!

Info : Direct flight Surabaya–HongKong–Surabaya baru saja di suspend Mandala Tiger beberapa waktu yang lalu :’( source

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

don't forget to leave a comment