Kamis, 27 Maret 2014

Bergerombol ke Malaysia dan Singapura

Memang sudah banyak blog yang membahas Singapura dan Malaysia, namun rasanya saya ikut tertarik untuk memposting pengalaman saya dan keempat teman saya. Kalo di instagram sih, postingan kali ini bisa dikasih hashtag #latepost karena kejadian ini hampir setaun yang lalu. Semua cukup berkesan, karena semuanya first time. Bulan Mei 2013 yang lalu, saya dan keempat orang teman bekpekingan ke Malaysia dan Singapura. How come? Saat itu Airasia lagi punya rute baru Semarang-Kuala Lumpur PP, sedangkan harga yang ditawarkan untuk pulang pergi adalah Rp 288.000 all in. Ting tong, 4 orang tergiur termasuk saya. Karena saat itu belum punya internet banking, saya minta tolong jasa booking tiket pesawat yang banyak di kaskus. Setelah periode promo usai, eh, teman saya ada yang pengen join. Akhirnya satu orang lagi bergabung dengan berangkat dari Yogyakarta.

Semua persiapan beres. Tak terasa 10 bulan setelah pembelian tiket, hari keberangkatan tiba. Karena berangkat dari Semarang pada pukul 09.00, kami menginap semalam di rumah teman kuliah yang tinggal di Semarang. Perjalanan ke bandara cuma 15 menit karena Bandara Ahmad Yani ini terhitung masih di dalam kota. check-in lancar, bayar airport tax Rp 100.000, dan masuklah ke imigrasi. Air mineral isi 330ml saya disita, katanya tidak boleh lebih dari 100ml cairan masuk ke dalam kabin. Setelah pesawat tiba dari Kuala Lumpur, giliran penumpang dari Semarang boarding. AK 1311 berangkat tepat waktu.

Pesawat dari Kuala Lumpur tiba
 
Landing mulus sekitar pukul 12.20 waktu Malaysia (GMT +8). Karena naik Airasia, ternyata terminal yang digunakan adalah Low Cost Carrier Terminal (LCCT) alias budget terminal yang jalan ke terminal kedatangan lumayan jauuuuuuuh.

Kamis, 20 Maret 2014

Menginap di Stasiun Pasar Senen? Siapa Takut!


Tiba-tiba saya kepikiran Stasiun Pasar Senen dan malah jadi pengen nulis tentang stasiun yang satu ini. Ceritanya saat itu saya dan teman habis jalan-jalan dari Makassar dan Tana Toraja. Saking sengitnya arena pencarian tiket promo saat itu, saya asal saja pilih jam penerbangan, karena yang penting harga tiket pesawatnya hanya Rp 45.000. Tiket penerbangan Makassar-Jakarta tertera pukul 19.50 dan tiba di Jakarta pada pukul 21.10. Saya sendiri baru menyadari jam ini tidak nyaman saat akan berangkat ke Makassar. Karena tujuan akhir saya ke Yogyakarta, mulailah saya mencari cara bisa langsung connecting ke Jogja.

Sayang sekali saya lupa mengambil gambar sehingga dalam posting-an kali ini saya pakai gambar dari web lain. Stasiun Pasar Senen, stasiun untuk naik kereta ekonomi dan bisnis. Sumber gambar

Untuk mencari penerbangan lanjutan ke Yogyakarta sudah tidak mungkin lagi karena penerbangan terakhir ke Yogyakarta ada sekitar pukul 8 malam. Alternatif yang akhirnya ketemu adalah naik kereta api. Kok kebetulan sekali di awal bulan September, PT.KAI lagi ada promo September Ceria. Di promo ini, semua rute didiskon dengan harga yang lumayan.

Minggu, 02 Maret 2014

Berkelana Kurang dari 24 Jam di Hong Kong (2)








burrsshh. Landing mulus di Hongkong International Airport (HKG) Terminal 2 sekitar jam 01.30. Sambil mengumpulkan nyawa, saya duduk dulu menunggu hingga pesawat agak sepi. Welcome to Hong Kong! Negara ke 3 yang tercatat di paspor saya. Aroma modern mulai terasa saat masuk area terminal, walaupun menurut saya entah kenapa Airport Changi di Singapura terasa lebih nyaman.
HKG T2
Sebelum masuk ke imigrasi, saya sempatkan mencari arrival card yang tidak dibagikan di dalam pesawat. Isinya standar sih. nama, no paspor, tanggal lahir, alamat saat di Hong Kong, dan tidak lupa mengambil brosur, peta, dan jalur MTR. Setelah komplit, ini dia yang selalu bikin deg-degan...Konter imigrasi!