Selasa, 21 Januari 2014

Berkelana Kurang dari 24 Jam di Hong Kong (1)







Mumpung masih fresh ingatan tentang perjalanan ini, saya ingin berbagi kisah gembel terbaru ini. Pas lagi galau pengen ganti judul skripsi dan gugling-gugling, iseng-iseng saya buka kaskus di forum travel, siapa tau lagi ada promo maskapai. Beberapa post sedang membahas kalo Tiger Mandala (dulunya Mandala Airlines) lagi ada promo buat rute-rute barunya dari Indonesia ke Hong Kong. Karena saya tidak begitu tertarik ke Hong Kong, jadi saya tidak terlalu menggubris postingan selanjutnya. Beberapa saat kemudian ada user yang posting kalo Denpasar - Hong Kong cuma 10rb dan Hong Kong - Surabaya cuma HKD 184. Hah? Kurang dari 250ribu rupiah udah bisa ke Hong Kong? GILA!


DPS-HKG IDR 70.000 for 2

HKG-SUB IDR 464.000 for 2

Saya yang tadinya tidak berminat ke Hong Kong jadi pikir-pikir apakah mau ambil tiket promo ini atau tidak. Masalahnya, promo kali ini tidak perlu menunggu 6 bulan - 1 tahun ke depan untuk keberangkatan seperti promo air asia. Saat itu  tanggal 11 Desember 2013 dan untuk tiket gratis (fuel surcharge) keberangkatan tanggal 15 Desember 2013 serta kepulangan tanggal 17 Desember 2013. Dengan rentang yang cuma tinggal 4 hari saya jadi pusing sendiri.
Saya mengajak beberapa teman untuk join. Dari beberapa yang saya ajak, rata-rata punya duit buat tiket, cuma mempermasalahkan mepetnya keberangkatan sehingga tidak punya cukup uang saku, apalagi keberangkatan dari Denpasar. Saya ngajak temen saya yang hardcore traveler yang punya blog ini, dia lagi di Bandung.  Sehingga akhirnya saya mengurungkan niat pergi ke Hong Kong. Eh, tiba-tiba temen saya si Bil respon dan dia mau ikut. Dia ngompor-ngomporin dengan ngomong,"Emang kalo tiket normal berapa sih?". Saya Jawab,"Jutaan lah mesti, wong terbangnya lebih dari 4 jam. Dia nambahin,"Nah ini berapa tiketnya? Ga ada 300 ribu to? Ayo ambil aja!" Hhahahaha terpengaruh juga sehingga saya akhirnya jadi pergi.

Karena mepet, saya browsing yang hanya berkisar di petugas imigrasi dan beberapa tempat wisata yang identik dengan Hong Kong. Masalah transportasi di Hong Kong tidak terlalu saya pikirkan karena transportasi mereka dari subway hingga bus sudah terpadu. Agak parno juga melihat beberapa postingan tentang petugas imigrasi sana, banyak yang bilang ramah sih, cuma buat jaga-jaga, saya booking hostel yang bayarnya bisa 10% dulu (yang akhirnya tidak jadi saya pakai).

Bagi anda yang ingin menghindari booking fee dari situs resmi maskapai Tiger Mandala, anda bisa booking tiket lewat tiketdotcom ataupun lewat travelokadotcom . Saya booking di tiketdotcom dan untuk Denpasar - Hong Kong untuk 2 orang kena 70ribu rupiah, sedangkan untuk sektor Hong Kong - Surabaya untuk 2 orang kena 464ribu rupiah.

 Yogyakarta - Bali Dengan Kereta Sri Tanjung, Kapal Ferry, dan Bus Kecil

Dengan rentang waktu yang kurang dari 4 hari saya lihat-lihat tiket pesawat Yogyakarta - Denpasar. Duh, matilah semua diatas 300ribu rupiah. Dipikir-pikir murah sih, tapi karena tiket ke Hong Kong saja tak sampai 300ribu jadi berasa eman-eman hehehe... Kami memutuskan naik kereta Sri Tanjung ke Banyuwangi, dari Ketapang ke Gili Manuk nyebrang kapal ferry, dari Gili Manuk ke Denpasar naik bus omprengan seperti panduan di blog penulis jejak . Saya sempat diledek teman saya," Biasanya orang naik Sri Tanjung mau ke Bali, eh ini mau ke Hong Kong!" hahahaha...Saat piknik ke Bali saat SMP dan SMA saya naik bus sehingga tak ribet, namanya juga lewat tour, modal duit dan bawa badan doang. Saat kuliah, saya beberapa kali ke Bali, cuma naik pesawat (karena sering promo).

Perjalanan dimulai hari Sabtu, 14 Desember 2013. Karena bangun kesiangan, kami berangkat ke stasiun sekitar pukul 07.15, padahal sepur berangkat pukul 07.40. Jarak dari kost ke Lempuyangan deket sih, paling cuma 10 menit tanpa macet di Sagan. Setelah check in dan tiket di stempel, kami masuk ke kereta. Untuk perjalanan sekitar 14 jam, dengan harga tiket 50ribu rupiah, saya rasa kereta Sri Tanjung bisa dijadikan alternatif untuk menghemat budget. Jangan khawatir jijik atau tidak nyaman di kereta ekonomi, karena kereta ekonomi sekarang manusiawi kok. Ada AC, Toilet, dan pasti dapat tempat duduk. Tapi ya itu, kursinya keras, hehehe. Oh iya, ada colokan charger di tiap sisi jendela sehingga tidak usah khawatir bete atau kehabisan batere. Belakang saya saja bawa laptop dan putar lagu terus sepanjang 14 jam. 

colokan di kereta sri tandjung, yang gadget freak ga bakal mati gaya deh

stasiun banyuwangi baru malam malam

Karena kereta ekonomi, Sri Tanjung jadi sering berhenti walaupun di stasiun kecil. Penjual makanan dan minuman silih berganti masuk di tiap stasiun. Stasiun demi stasiun dilewati. Sawah, sungai, kerbau, kambing, pemandangan desa-desa, semuanya tampak hijau dan subur. Memang benar di buku History of Java tulisan Thomas Stanford Raffles, kalo Pulau Jawa dikatakan sangat subur. Sekitar pukul 21.30, tibalah kami di Stasiun Banyuwangi Baru. Bersihin badan bentar, kami berjalan ke luar stasiun, sampai jalan besar ada pertigaan belok kanan, Pelabuhan Ketapang tak jauh dari stasiun Banyuwangi Baru, anda cukup jalan kaki. Sebelum ke pelabuhan, kami makan sate dulu yang terletak di dekat Indomaret. Setelah makan, minum, saya leyeh-leyeh dulu di warung itu sambil selonjoran dan merokok. Lumayan lah buat meluruskan punggung. Setelah bayar, kami lanjut beli tiket ke pelabuhan. 6.500 rupiah sekali jalan dan kapalnya milih. Sempat bingung juga saya karena petugas bilang bisa naik kapal mana saja. Kami memilih kapal yang paling ujung. Masuk kapal, duh bau. Baunya seperti kulkas kehabisan freon. Dulu saya kalo naik kapal selalu di luar, tapi karena kali ini hujan, terpaksa duduk di dalam. Eh kami ketiduran di kapal, dan kapal akan segera kembali ke Ketapang. Kami langsung lari cari jalan keluar.

Bali Again !

Tibalah kami di Bali. Sebelum cari bus omprengan dan sebelum ke terminal, anda akan melewati pemeriksaan identitas. Jangan lupa bawa kartu identitas yang masih berlaku, karena teman saya KTP-nya sudah basi alias mati, dia sampai di interogasi dan ditanyai macam-macam ada perlu apa ke Bali. Saya masuk dan bilang kalo kami ke Bali cuma transit tok, karena masih rewel, saya tunjukkan print out tiket ke Hong Kong dan kepulangan ke Surabaya. Setelah bayar denda 50ribu rupiah, kami langsung cari bus untuk ke Denpasar. Tawar-tawaran dapatlah 30ribu rupiah. Busnya AC, tapi nggak dingin. Jam 03.00 pagi bus melaju ke Denpasar, tiba di Terminal Ubung sekitar jam 06.00 pagi. Rental motor yang sering saya pakai jika ke Bali tidak mau ngantar kalo ke Ubung, jauh katanya. Tante saya sedang di Malang sehingga saya nggak bisa pinjem motornya. Sesuai petunjuk di berbagai blog, saya nyari angkot buat ke Tegal. Di Tegal baru nyari angkot ke Kuta. Pas nanya petugas, kami diarahkan ke angkot, eh pas saya tanya kw supir berapa dia minta 40ribu buat 2 orang. Ogah! Saya tawar 15ribu buat 2 orang dia bilang itu harga sebelum BBM naik. Deal akhirnya di angka 20rb buat 2 orang untuk jarak sekitar 15 menit. Sial.

Tiba di Tegal, sudah ada sejenis mobil elf ngangkring di jalan, kami langsung naik dan mobil berangkat. Saya minta diturunkan di sekitar Legian, 20rb untuk 2 orang tanpa tawar-tawaran. Si supir tanpa protes dan hanya senyum langsung pergi. Bah, apa kebanyakan ya? Mengingat jarak Tegal ke Daerah Legian yang dekat. Saat kami hubungi rental motor langganan dan bilang sudah di Kuta, dia berkilah motor habis dan ini itu. Karena sudah malas, kami nyari rentalan di daerah Legian dan Kuta. Rata-rata minta 70-120ribu, dan tidak menerima pengembalian motor di Airport. Ya sudahlah, kami ke daerah Poppies 2 ke Wisma Arthawan. 100ribu perkamar untuk 2 orang termasuk sarapan. 24 jam lebih belum mandi rasanya puas banget kena air. Tidur beberapa jam, kami bergegas ke Kuta buat nyari makan dan nyantai-nyantai.

jalanan kuta yang tak pernah mati

wisma arthawan, 100rb per malam
Kembali ke Wisma Arthawan, tidur beberapa saat dan mandi lagi. Kami pergi ke Jalan Raya Kuta nyari taksi. Mau nyari Blue Bird, tapi terlanjur hujan sehingga kami ambil taksi yang ga jelas perusahaannya. Dari Kuta ke Airport biasanya 30ribu rupiah, ini di argonya 60ribu rupiah! Bangke dah kena tipu lagi! 

Tiba di airport ternyata kepagian karena check in belum dibuka, nunggu dulu bentar di kursi-kursi dekat tempat check in.  Karena ini penerbangan perdana Tiger Mandala rute Denpasar - Hong Kong, di konter check in sudah heboh, ada karangan bunga dan sejenisnya. Setelah check in, tidak ada tulisan di gate mana sehingga kami ngangkring di gate-gate keberangkatan internasional Ngurah Rai. Wah, desain bandaranya bagus, ada lukisan-lukisan kehidupan masyarakat Bali di tiap gate. Yang jelas sudah ada karpet di lantai, wih enak bisa lesehan hehehe...

gate keberangkatan internasional Airport DPS, lebih mewah daripada domestik
Setelah random dan pindah dari satu gate ke gate lain, panggilan boarding berkumandang. Penerbangan ke Hong Kong masuk lewat gate 1. Boarding dan Take off tepat waktu. Cuaca kurang baik saat itu, sehingga lampu kenakan seat belt tetap hidup selama 15 menit. Penerbangan selama 5 jam, hingga akhirnya saya tertidur...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

don't forget to leave a comment